Lompat ke konten utama
Lê Hoàn Prosthetics & Orthotics

Ortosis

Brace Skoliosis Tradisional vs Brace Cetak 3D: Apa Bedanya?

Perbandingan proses cetak gips tradisional untuk brace skoliosis dengan pemindaian dan pencetakan 3D, disertai kasus nyata yang menunjukkan pentingnya keahlian manusia.

Brace Skoliosis Tradisional vs Brace Cetak 3D: Apa Bedanya?

Brace koreksi skoliosis adalah salah satu alat ortotik paling rumit untuk dibuat, membutuhkan pelatihan khusus dan mendalam. Belakangan ini, teknologi pemindaian dan pencetakan 3D dipromosikan luas dengan janji kenyamanan lebih, membuat banyak orang tua membandingkannya dengan metode cetak gips tradisional yang masih digunakan di negara maju seperti Eropa, Inggris, dan AS.

Pada teknologi 3D, teknisi tidak bisa langsung mengoreksi postur pasien saat pemindaian seperti pada cetak gips, sehingga berisiko menimbulkan kesalahan; bahan cetak 3D juga cenderung lebih lemah secara vertikal karena struktur lapisan cetaknya. Metode tradisional memungkinkan teknisi mencetak langsung pada tubuh pasien sekaligus mengoreksinya saat proses berlangsung, sehingga lebih akurat; bahan termoplastik yang digunakan pun telah teruji bertahun-tahun. Dalam satu kasus nyata, anak lelaki 14 tahun dengan lengkungan 41/33 derajat meningkat menjadi 48/37 derajat setelah delapan bulan tidak memakai brace; beralih ke brace 3D hanya memperbaiki lengkungan bawah sedikit sementara lengkungan atas terus memburuk, hingga keluarga kembali ke brace tradisional — menunjukkan bahwa keahlian pembuat dan kepatuhan pasienlah, bukan teknologinya semata, yang menentukan hasil.

Anda atau keluarga membutuhkan saran?

Buat janji pemeriksaan langsung di Hanoi atau kirim berkas Anda untuk konsultasi jarak jauh. Kami membalas dalam 24 jam.

Buat janji konsultasi